KETIKA
PENDIDIKAN MENJADI PEMBEBASAN
Pendidikan
secara umum bertujuan membantu manusia menemukan akan hakekat kemanusiaannya.
Maksudnya adalah pendidikan harus mampu mewujudkan manusia menjadi manusia
seutuhnya/insan kamil. Pendidikan berfungsi melakukan proses penyadaran
terhadap manusia untuk mampu mengenal, mengerti dan memahami relitas kehidupan
yang ada di sekelilingnya. Dengan adanya pendidikan diharapkan manusia mampu
menyadari akan potensi yang ia miliki sebagi makhluk yang berfikir. Potensi
yang dimaksud adalah potensi ruhaniyah (spiritual), nafsiyah (jiwa), aqliyah
(pikiran) dan jasmaniyah (tubuh). Dengan melakukan proses berfikir manusia akan
menemukan eksistensi kehadirannya sebagai makhluk yang telah diberi akal oleh
Tuhan Yang Maha Esa.
Selama ini kita sering mengartikan
pendidikan hanya sebagai proses formal yang ada pada lembaga-lembaga pendidikan
dan menganggap proses penyadaran informal bukan sebagi proses pendidikan.
Jelas, ini merupakan kesalahan yang
harus diluruskan. Kita harus mampu membedakan antara pendidikan yang mempunyai
makna luas dengan pengajaran yang mempunyai makna terbatas. Pendidikan
merupakan proses memanusiakan manusia baik dalam bentuk formal maupun informal.
Pendidikan dalam bentuk formal adalah pengajaran, yakni proses transfer
pengetahuan atau usaha mengembangkan dan mengeluarkan potensi intelektualitas
dari dalam diri manusia. Intelektualitas dan pengetahuan itupun belum
sepenuhnya mewakili diri manusia. Oleh karena itu, pendidikan bukan hanya
sekedar transfer of knowledge atau peralihan ilmu pengetahuan semata, akan
tetapi dengan adanya pendidikan diharapkan peserta didik mampu mengetahui dan
memahami eksistensi dan potensi yang mereka miliki. Di sinilah akhir dari
tujuan pendidikan, yakni melakukan proses “humanisasi” (memanusiakan manusia)
yang berujung pada proses pembebasan. Hal ini berangkat dari asumsi bahwa
manusia dalam sistem dan struktur sosial mengalami dehumanisasi karena
eksploitasi kelas, dominasi gender maupun hegemoni budaya lain. Oleh karena
itu, pendidikan merupakan sarana untuk memproduksi kesadaran dalam
mengembalikan kemanusiaan manusia, dan dalam kaiatan ini, pendidikan berperan
untuk membangkitkan kesadaran kritis sebagai prasyarat upaya untuk pembebasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar